• Kontak Kami
  • Hotline : 0857899533334
  • SMS : 0857899533334
  • BBM : 758D264B

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO SHINESKIN : Jujur soal jenis kulit, akan sangat membantu kami menentukan treatment yang tepat. INFO SHINESKIN : Silahkan bergabung menjadi reseller SHINE SKIN untuk bisnis sampingan anda. INFO SHINESKIN : Shine Skin telah lulus uji BPOM .Mendapat sertifikat halal MUI
Beranda » Artikel Terbaru » Jangan Beli Kosmetik dengan Bahan-Bahan Berbahaya di Bawah Ini

Jangan Beli Kosmetik dengan Bahan-Bahan Berbahaya di Bawah Ini

Diposting pada 21 January 2020 oleh Anata Lihacha

Belum lama ini, Badan POM menemukan 977 jenis kosmetika tanpa izin edar dan mengandung bahan yang berbahaya senilai lebih dari Rp 20 miliar.

1. Merkuri (Hg)

Merkuri sering disalahgunakan di krim/lotion pemutih kulit. Merkuri adalah logam berat yang berbahaya, di dalam konsentrasi kecil juga bisa bersifat racun.

Pemakaian merkuri ini bisa menimbulkan berbagai hal mulai dari perubahan warna kulit yang akhirnya bisa menyebabkan bintik-bintik hitam di kulit. Paparan jangka pendek di dalam dosis tinggi menyebabkan diare, muntah-muntah dan kerusakan ginjal. Merkuri juga adalah zat karsinogenik (yang menyebabkan kanker).

2. Hidrokinon

Zat ini nggak boleh digunakan untuk kulit dan rambut, hanya boleh untuk pengeras kuku. Namun hidrokinon sering disalahgunakan di krim atau lotion pemutih kulit.

Hidrokinon adalah zat reduktor yang mudah larut di dalam air. Kemampuan hidroquinon untuk menghambat pembentukan melanin (zat pigmen kulit) membuat bahan tersebut digunakan sebagai pencerah kulit (skin lightening) yang sangat populer.

Namun pengguna hidrokinon dalam jangka panjang dan dosis yang tinggi bisa menyebabkan hiperpigmentasi terutama di daerah kulit yang terkena sinar matahari langsung dan bisa menimbulkan ochronosis (kulit berwarna kehitaman).

Hal ini bisa terlihat setelah penggunaan selama 6 bulan dan kemungkinan bersifat irreversible (nggak bisa pulih kembali). Bahan ini dilarang di dalam kosmetika perawatan kulit wajah dan rambut karena penggunaan jangka menengah bisa menyebabkan vitiligo/leucoderma.

Krim yang mengandung hidrokinon ini bisa terakumulasi di dalam kulit yang bisa menyebabkan mutasi dan kerusakan DNA, pemakaian krim di dalam jangka panjang ini bersifat karsinogenik.

3. Asam Retinoat/Tretinoin/Retinoic Acid

Asam retinoat/tretinoin/retinoic acid ini banyak disalahgunakan di obat peeling, obat jerawat dan pemutih dengan pengelupasan kulit. Zat ini bisa menyebabkan kulit kering, rasa terbakar dan teratogenik.

4. Resorsinol

Resorsinol bisa menyebabkan iritasi kulit dan mengganggu sistem imun. Bahaya pemakaian resorsinol di kulit yang luka atau iritasi berupa gejala dermatitis, iritasi mata, kulit, tenggorokan, saluran pernafasan, methemoglobinemia, cyanosis, konvulsi, peningkatan detak jantung, dispepsia, hipotermia, dan hematuria.

5. Bahan Pewarna

Bahan Pewarna Merah K3 (CI 15585), Merah K10 (Rhodamin B) dan Jingga K.1 (CI 12075) sering disalahgunakan di produk lipstik atau sediaan dekoratif lain (pemulas kelopak mata dan perona pipi) karena warnanya yang cerah. Bahan pewarna sintetis ini digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. Zat warna ini adalah zat karsinogenik. Rhodamin B dalam konsentrasi tinggi bisa menyebabkan kerusakan hati.

Penggunaan bahan pewarna di Indonesia, terutama di makanan dan kosmetika, merupakan hal yang perlu diperhatikan. Masih banyak pedagang-pedagang yang nakal dan suka mencampurkan bahan pewarna tekstil. Alasan para pedagang ini klasik, entah karena memang nggak tahu atau hanya pura-pura nggak mengetahui efek negatif dari pewarna yang dilarang tersebut. Yang jelas kebanyakan karena motif bisnis. Pewarna tekstil itu, selain murah, dengan jumlah yang sedikit bisa mewarnai makanan maupun kosmetika dalam jumlah yang banyak. Otomatis cost-nya lebih sedikit dibandingkan dengan pewarna yang aman untuk dikonsumsi. Selain itu, warnanya juga ngejreng dan lebih murah harganya dibandingkan pewarna makanan yang diperbolehkan. Ironisnya, masih banyak masyarakat kita kurang pengetahuannya, sehingga malah lebih tertarik membeli produk-produk berwarna ngejreng yang justru memakai bahan pewarna yang dilarang. Pedagang juga suka mengeluh apabila memakai pewarna yang aman, selain costnya besar, nggak laku lagi!

Makanya, nggak ada salahnya kita tau beberapa hal tentang bahan pewarna, terutama pewarna di dalam kosmetika, seperti yang akan aku uraikan berikut:

Berdasarkan sifat kimianya, bahan pewarna dibagi menjadi 2 yaitu pewarna organik dan anorganik. Pewarna organik, molekulnya terdiri atas atom-atom karbon dan disebut sebagai pewarna tar batubara karena diambil dari batubara. Kini hampir semua pewarna organik bisa disintesis dan tersedia sebagai bahan pewarna yang larut di dalam air, larut dalam minyak, sampai nggak larut (lakes), dalam berbagai nuansa warna. Sementara itu, pewarna anorganik tersusun atas senyawa metalik nggak larut yang bisa bersumber dari alam maupun hasil sintesis. Bahan pewarna ini lebih aman dibandingkan pewarna organik, dan rentang warna yang kurang bervariasi yang nggak larut di dalam air sehingga penggunaannya terbatas.

Pernahkah kalian membaca penandaan yang tertera di kosmetika yang kalian pakai? Misalnya di shampoo atau sabun mandi? Bahan pewarna yang digunakan bisa dengan mudah dikenali dari namanya yang berawalan CI dan biasanya dituliskan di urutan paling belakang dari komposisi kosmetika. Pernahkah bertanya-tanya, apa sih CI itu?

Bahan pewarna diidentifikasi dengan menggunakan nomor Colour Index (CI), suatu nomor berdasarkan database Colour Index International. Rentang nomor ini menunjukkan struktur kimia dari bahan pewarna tersebut. Misalnya pewarna dengan nomor CI 20000–29999 memiliki struktur kimia Diazo dan termasuk golongan Azo Dyes. Sementara itu, pewarna dengan nomor CI 77000-77999 adalah pewarna inorganik.

Bagikan informasi tentang Jangan Beli Kosmetik dengan Bahan-Bahan Berbahaya di Bawah Ini kepada teman atau kerabat Anda.

Jangan Beli Kosmetik dengan Bahan-Bahan Berbahaya di Bawah Ini | Shineskin Indonesia

Komentar dinonaktifkan: Jangan Beli Kosmetik dengan Bahan-Bahan Berbahaya di Bawah Ini

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
*Harga Hubungi CS
Ready Stock
Best Seller
Rp 85.000
Ready Stock
SIDEBAR